Berita Terkini Kecamatan Metro Timur Dorong Inovasi “Kelurahan Siaga TBC” di Tejoagung

Kecamatan Metro Timur Dorong Inovasi “Kelurahan Siaga TBC” di Tejoagung

Metro Timur, Selasa 27 Mei 2026 — Upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat di wilayah Kecamatan Metro Timur. Camat Metro Timur bersama Lurah Tejoagung melaksanakan musyawarah pembentukan Tim Pelaksana Kelurahan Siaga TBC yang berlangsung di Aula Kelurahan Tejoagung.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur lintas sektor, di antaranya perwakilan Dinas Kesehatan Kota Metro, Puskesmas Tejoagung, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua Posyandu, Ketua RT/RW, Ketua LPM, Karang Taruna, Ketua TP PKK, tokoh agama, serta elemen masyarakat lainnya.

Dalam musyawarah tersebut disampaikan bahwa Kelurahan Siaga TBC merupakan program berbasis masyarakat yang diinisiasi Kementerian Kesehatan RI sebagai langkah percepatan eliminasi TBC di Indonesia dengan target tahun 2030.

Camat Metro Timur menyampaikan bahwa penanganan TBC tidak dapat dilakukan hanya oleh tenaga kesehatan, namun membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, pembentukan Tim Pelaksana Kelurahan Siaga TBC menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran bersama dalam pencegahan dan pengendalian penyakit TBC dari tingkat lingkungan terkecil.

Program ini memiliki empat fokus utama, yakni penemuan kasus secara dini, peningkatan kepatuhan pengobatan pasien, penghapusan stigma dan disinformasi terkait TBC, serta penguatan peran aktif masyarakat dan lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan TBC.

Melalui program ini, masyarakat akan diedukasi untuk mengenali gejala TBC sejak dini seperti batuk berkepanjangan lebih dari dua minggu, demam, penurunan berat badan, dan keringat malam. Warga yang terindikasi akan segera diarahkan untuk melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan agar penularan dapat ditekan sedini mungkin.

Selain itu, kader dan relawan di tingkat kelurahan juga akan berperan sebagai pendamping pasien guna memastikan pengobatan berjalan tuntas. Pendampingan ini penting untuk mencegah terjadinya putus obat yang berpotensi menyebabkan TBC kebal obat atau MDR-TB.

Tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, Kelurahan Siaga TBC juga mengedepankan pendekatan sosial melalui edukasi rutin kepada masyarakat agar stigma terhadap penderita TBC dapat dihilangkan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih peduli, suportif, dan sehat.

Pembentukan Tim Pelaksana Kelurahan Siaga TBC di Tejoagung menjadi wujud nyata kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang tanggap terhadap TBC melalui prinsip Community Based TB Care.

Dengan semangat gotong royong dan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, diharapkan Kelurahan Tejoagung dapat menjadi pelopor lingkungan siaga TBC sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia bebas TBC tahun 2030. (Red)(Admmetim)(df)

Related Post