Metro Timur — Dalam rangka mendukung Gerakan Metro ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), Camat Metro Timur mengimbau seluruh warga masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan gotong royong yang dilaksanakan secara rutin minimal satu kali dalam sebulan.
Camat Metro Timur menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kesadaran setiap individu dan rumah tangga. Oleh karena itu, pelaksanaan gotong royong diharapkan melibatkan seluruh unsur Lembaga Kemasyarakatan, seperti PKK, LPM, Karang Taruna, Kader Posyandu, serta Kader Kesehatan sebagai penggerak utama di lingkungan masing-masing.
Selain kegiatan bersih-bersih lingkungan, masyarakat juga didorong untuk menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri dengan melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah organik dan anorganik dipisahkan, kemudian dikelola dengan metode sederhana dan ramah lingkungan melalui pembuatan Lubang Biopori.
Lubang biopori tidak hanya berfungsi sebagai lubang resapan air, tetapi juga sebagai komposter alami untuk mengolah sampah dapur serta daun-daun kering di halaman rumah. Metode ini dinilai mudah, murah, dan dapat diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dengan penerapan gerakan pilah sampah dari rumah secara berkelanjutan, diharapkan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) 23 Karangrejo dapat berkurang secara signifikan. Selain itu, hasil timbunan pada lubang biopori dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk kompos bagi tanaman di lingkungan sekitar.
Camat Metro Timur mengajak seluruh warga untuk bersama-sama mendukung Gerakan Metro ASRI demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari.“Pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah merupakan langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi kebersihan lingkungan dan masa depan kota,” ujarnya.
(Red)(Admmetim)

