Metro Timur — Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) melaksanakan kunjungan sekaligus sharing session di Bank Sampah Mutiara 21, Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Selasa (25/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Universitas Muhammadiyah Lampung juga menyerahkan bantuan berupa mesin pres dan oven yang akan dimanfaatkan untuk mendukung proses pengolahan sampah plastik menjadi papan berbahan plastik daur ulang.Bantuan tersebut diserahkan oleh Ibu Warsiyah, M.E.Sy., Ph.D., selaku Ketua PPM Universitas Muhammadiyah Lampung, kepada pengurus Bank Sampah Mutiara 21 Yosodadi yang diwakili oleh Ihsan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Penerapan Teknologi Daur Ulang Plastik untuk Penguatan Bank Sampah Berbasis Masyarakat” melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, dengan pendanaan yang bersumber dari BIMA Kemdiktisaintek Tahun 2026.
Kegiatan diawali dengan sesi berbagi pengetahuan dan diskusi yang diikuti oleh Camat Metro Timur, Lurah Yosodadi, pengurus Bank Sampah Mutiara 21, anggota Karang Taruna Yosodadi, serta perwakilan dari Baperinda dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro.
Melalui bantuan teknologi tersebut, Bank Sampah Mutiara 21 diharapkan semakin mampu mengembangkan pengelolaan sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Sampah plastik yang sebelumnya hanya menjadi limbah dapat diolah menjadi bahan baku berbagai produk kreatif, seperti meja, kursi, gantungan kunci, papan plastik daur ulang, serta berbagai produk lainnya yang berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Camat Metro Timur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Lampung atas perhatian serta dukungan yang diberikan kepada Bank Sampah Mutiara 21 Yosodadi.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih inovatif, produktif, dan berkelanjutan.
Camat juga berharap program tersebut tidak berhenti pada pemberian bantuan semata, tetapi dapat terus dilanjutkan melalui kegiatan monitoring, pendampingan, serta pembinaan secara berkala. Dengan demikian, teknologi yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan benar-benar memberikan dampak positif serta berkelanjutan bagi pengembangan Bank Sampah Mutiara 21 dan masyarakat sekitar.
Ke depan, program serupa diharapkan dapat dikembangkan dan diterapkan pada bank-bank sampah lainnya yang berada di wilayah Kecamatan Metro Timur. Hal tersebut diharapkan dapat memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif melalui pemanfaatan sampah.
Pemerintah Kecamatan Metro Timur bersama pemerintah kelurahan juga terus berkomitmen untuk mendorong pengelolaan sampah dari hulu, khususnya dengan menumbuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memilah serta mengolah sampah sejak dari rumah tangga.
Pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha, komunitas, maupun pemangku kepentingan lainnya.
Upaya tersebut menjadi semakin penting mengingat Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Kelurahan Karangrejo mulai menghadapi keterbatasan daya tampung. Kondisi ini membutuhkan langkah bersama untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, sekaligus meningkatkan pengolahan dan pemanfaatan sampah langsung dari sumbernya.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan komunitas, keberadaan bank sampah diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah. Lebih dari itu, bank sampah dapat berkembang menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, sarana inovasi dan edukasi lingkungan, serta penggerak ekonomi berbasis pengelolaan sampah.
Kegiatan kunjungan dan penyerahan bantuan ini menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi dalam membangun kesadaran lingkungan sekaligus menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan sampah. Dengan dukungan teknologi dan pendampingan yang berkelanjutan, Bank Sampah Mutiara 21 Yosodadi diharapkan mampu menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang produktif, mandiri, dan bernilai ekonomi. (Red)



